رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لا يَنْبَغِي لأحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ


"Ya Rabb-ku, ampunilah aku, dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan, yang tidak dimiliki oleh seorangpun juga sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha pemberi’."

Sabtu, 11 Mei 2013

MANUSIA YANG AKAN MENDAPAT LAKNAT ALLAH

Tujuan diutusnya para rasul ke dunia adalah agar umat manusia mengetahui hakikat kehidupan dunia dan mampu menghindari keburukan-keburukan yang ditimbulkan oleh ketidakmengertian dan hawa nafsu.

Akibat kebodohan dan hawa nafsu, manusia akan mendapatkan kehinaan, siksa, dan malapetaka. Padahal sesungguhnya manusia diciptakan di dunia adalah untuk beribadah dan menjadi khalifah, panutan, dan pemimpin yang baik di muka bumi ini.

Maka, sangat merugi golongan orang-orang yang kafir dan ingkar terhadap Allah. Di antara golongan yang merugi itu adalah orang-orang yang membunuh saudara sebagian mereka, mengusir golongan dari mereka dari kampung halaman mereka, saling bantu-membantu dengan berbuat dosa dan permusuhan, mereka pun beriman kepada sebagian al-kitab (Taurat) dan kufur terhadap sebagian yang lain (QS Al-Baqarah: 85).

Golongan lain adalah orang-orang yang murtad dari agamanya, memusuhi Islam semasa hidupnya dan mati dalam keadaan kafir (QS Al-Baqarah: 217), orang yang menghalangi menyebut nama Allah SWT dalam masjid dan berusaha merobohkannya (QS Al-Baqarah: 114), orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah SWT, yang membunuh para nabi tanpa hak  (QS Ali Imron: 22 dan 56), membuat kerusakan di bumi (QS Al-Maidah: 33), orang-orang Yahudi yang pendusta (QS Al-Maidah: 41), serta orang-orang malas mengerjakan shalat dan mengeluarkan zakat (QS At-Taubah: 54-55).

Selain itu, golongan lain yang akan mendapatkan laknat dunia adalah orang-orang munafik dan kafir yang menggunakan kekuasaannya secara batil (QS At-Taubah: 69), orang-orang munafik (QS At-Taubah: 74), tidak mau berjihad di jalan Allah (QS At-Taubah: 8-85), serta penduduk suatu negeri yang tidak beriman kepada nabi mereka dan mereka tidak mendapatkan keimanan apabila mereka beriman, seperti kaum Yunus (QS Yunus: 98).

Begitu pula golongan orang yang suka membantah tentang Allah SWT tanpa ilmu pengetahuan dan yang menyembah Allah SWT dengan tidak penuh keyakinan. Mereka juga seperti golongan orang-orang yang suka berita-berita kekejian dan menyebarluarkan di kalangan orang-orang beriman (QS An-Nur: 19), orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik melakukan perzinaan (QS an-Nur: 23), orang-orang yang menyakiti Allah SWT dan rasul-Nya (QS Al-Ahzab: 57), orang-orang dzalim yang mendustai para rasul sepanjang masa (QS Az-Zumar: 25-26), kaum Ad yang sombong di muka bumi dengan mengatakan, "Siapa yang paling kuat daripada kami?" mereka juga kufur terhadap ayat-ayat Allah SWT (QS Fushilat: 15) dan orang-orang Yahudi Bani Nadzir yang diusir oleh Rasulullah dan orang-orang Islam dari kota Madinah Al-Munawaroh karena pengkhianatan dan permusuhan mereka (QS Al-Hasyr: 2-3).

Merekalah golongan-golongan yang terancam dengan laknat dunia dan akhirat akibat kelalaian dan kekafiran mereka. Rasulullah sesungguhnya telah mengajarkan dan menuntun kepada syariat yang benar. Telah ada pada diri Rasulullah uswatun hasanah (teladan yang baik). Maka, sudah sepatutnya kita menjalankan syariat Allah SWT dan hendaknya jangan melakukan perbuatan kafir dan khianat seperti golongan orang-orang yang merugi tersebut.

Republika.co.id

Lord Headley Al-Farooq, Menjadi Muslim karena Yesus

Lord Headley Al-Farooq merupakan negarawan dan penulis terkemuka Inggris. Ia merupakan lulusan Cambrigde. Setelah lulus, ia lebih banyak aktif menjalani dinas kemiliteran.

Karier militernya selesai, Al-Farooq mulai menulis. Buku yang paling terkenal ia terbitkan salah satunya adalah Jurnal Salisbury. Jurnal ini berisi cerita tentang kebangkitan Barat terhadap Islam.

Selesai menulis itu, di luar dugaan Al-Farooq justru menjadi Muslim. Ia pun berganti nama menjadi Syaikh Rahmatullah Al-Farooq.

"Keputusan saya itu dinilai karena saya dipengaruhi umat Islam. Tapi, bukan itu sebabnya, saya justru menjadi Muslim karena bertahun-tahun mempelajari Islam," kata Al-Farooq seperti dikutip arabnews, Jumat (3/5).

Al-Farooq begitu gembira ketika semua teori dan kesimpulan yang didapatnya sesuai dengan ajaran Islam. "Saya bisa pahami bahwa Yesus lebih dekat dengan Islam ketimbang apa yang dipahami gereja sekarang ini," kenang dia.

Sebagai satu contoh saja, Al-Farooq menyebutkan soal syahadat. Dalam Islam, syahadat merupakan satu wujud kesaksian dan komitmen terhadap Allah dan Rasul-Nya. Namun, hal itu justru diubah menjadi satu kunci menuju keselamatan.

"Jadi, yang bisa saya tangkap, dalam pandangan Trinitas, Tuhan itu bisa menjadi seorang yang baik namun juga jahat. Saya merasa bersyukur melalui Yesus bisa mengetahui kebenaran," kata Al-Farooq.

Republika.co.id

SULAIMAN AL-RAJHI, PENGUSAHA KAYA ARAB YANG DERMAWAN DAN RELA HIDUP MISKIN

Saya selalu terpesona dengan orang orang kaya yang memilih hidup "miskin" sebaliknya saya sebel banget dengan orang orang miskin yang berlagak kaya. Menurut saya orang kaya harta akan bertambah mulia jika dia memiliki sifat dermawan seperti Abdurahman Bin Auf

Mungkin dalam benak kita orang orang super kaya di Saudi pasti berasal dari anggota kerajaan padahal ada juga orang kaya yang berasal dari rakyat biasa malah rakyat yang tadinya hidupnya melarat, salah seorang dari mereka adalah Sulaiman Al-Rajhi. Bersama sang kakak Saleh Abdul Aziz Al-Rajhi( Owner bank Al-Rajhi) beliau memulai bisnis pertukaran uang. Berkat kerja keras  usaha tersebut semakin berkembang dan akhirnya  menjadi bank Al-Rajhi. bank ini ini adalah bank Islam terbesar di dunia.

Di usianya yang sudah sepuh, saat ini beliau berusia 80 tahun, Sulaiman Al-Rajhi masih bekerja keras. Dia memulai kerja seusai sholat shubuh dan baru berhenti  hingga selepas sholat Isha,Bandingkan dengan kita kita yang masih muda muda, apa pernah kerja selama itu?

Masih dari mynewshub, total kekayaan Sulaiman Al-Rajhi menurut  versi majalah Forbes adalah 7,7 bilion Dollar Amerika,  menempatkan beliau sebagai orang terkaya di dunia urutan ke 120. dalam sebuah temubual( wawancara) dengan Muhammad Al-harbi dari Al-Eqtisadiah,   Sulaiman Al-Rajhi  mengatakan bahwa beliau telah memilih untuk hidup miskin, selengkapnya saya kutipkan salah satu bagian dari wawancara tersebut, karena menggunakan bahaya melayu jadi mesti di baca dengan pelan pelan hihihi.

" Sheikh Sulaiman, adakah anda kini telah menjadi miskin semula?

" Ya, Kini apa yang saya miliki hanyalah pakaian pakaian saya, saya telah membahagikan harta saya kepada anak anak dan juga mendermakan selebihnya untuk menjalankan projek projek amal. Ini bukanlah sesuatu yang aneh bagi saya. Kedudukan kewangan saya kini telah menjadi kosong sebanyak dua kali dalam hidup saya. Jadi, saya amat faham dengan keadaan  ini. Namun, kini perasaan itu dipenuhi dengan kegembiraan dan juga ketenangan. Sememangnya saya yang memilih untuk menjadi miskin".

Banyak orang yang berlomba lomba untuk menjadi kaya tapi jarang  ada orang yang telah kaya tetapi memilih untuk hidup miskin, sebagai orang terkaya di dunia urutan 120,  Sulaiman Al-Rajhi hanya punya pakaian pakaian saja. Inilah sebenarnya sufi sejati, di mana kekayaan tidak terletak di hati.

Islam sebenarnya sangat mendorong umatnya untuk kaya, jika kita lihat perintah perintah dalam ajaran Islam semisal naik haji, membayar zakat, mengeluarkan infak, sodaqoh, semua itu tidak mungkin dapat di lakukan jika kita dalam keadaan miskin.

Tapi Islam juga tidak menghina orang miskin, bahkan ajaran Islam sangat menganjurkan kita untuk membantu orang miskin. Kitab suci mengatakan orang orang yang tidak peduli anak yatim dan orang miskin misalnya tidak pernah memberi makan kepada mereka maka dapat di golongkan sebagai pendusta agama. ( Surat Al-Ma'un 1-7)

Masa muda Sulaiman Al-Rajhi penuh dengan keprihatinan alias kemelaratan, mungkin faktor ini juga dapat menjadi sebab mengapa beliau tidak tamak dengan harta, beliau bekerja keras mencari kekayaan tetapi kekayaan itu tidak membuatnya  lupa daratan.

Ada orang orang yang hidupnya tetap miskin, dari sejak muda sampai usianya senja, ketika di tanya mengapa anda tetap miskin? Bagi saya harta bukanlah segalanya, pertanyaanya, dia kerja keras enggak buat mencari harta? kalo dianya hanya berpangku tangan, mengharapkan uang turun dari langit maka dia sebenarnya bukan seorang sufi sejati.

Sufi sejati adalah para pekerja keras seperti Abdurahman Bin Auf, beliau tidak pernah melalaikan ibadah di samping itu beliau juga seorang pekerja keras sehingga berhasil  menjadi  pebisnis yang kaya raya.Kerennya,  segala kekayaanya di pergunakan untuk berjihad di jalan Allah. Ini yang Top banget, ketika kekayaan tidak di nikmati sendiri, biarlah untuk dirinya sendiri secukupnya tapi untuk umat segala galanya di beri.

Menurut saya sosok Sulaiman Al-Rajhi adalah penjelmaan dari sahabat Abdurahman Bin Auf, semoga semakin banyak orang kaya dari golongan muslim yang meniru jejak langkah Sulaiman Al-rajhi. Amin.

sosok.kompasiana.com

10.000 UMAT MUSLIM INGGRIS MENJADI JUTAWAN

London (armnews) – Sekretaris Rumah Tangga Inggris, Jacqui Smith, memberikan pujian nilai atas kontribusi sekitar 2 juta kaum muslimin dalam setiap aspek kehidupan di Inggris, demikian laporan Daily Mail, Selasa 8 April.

"Terdapat sekitar 10,000 kaum muslim yang menjadi jutawan di Inggris," kata Jacqui Smith pada Dewan Seni NAsional Pakistan.

"Masyarakat muslim secara kesuluruhan diperkirakan memiliki kontribusi mencapai 3,1 miliar pound per tahun pada kehidupan ekonomi Inggris. Dia pun kemudian menggambarkan lebih lanjut mengenai jumlah populasi Muslim di Inggris melalui data dari organisasi Muslim di Inggris.

"….1,6 juta jiwa dilaporkan merupakan jumlah kaum muslimin di Inggris berdasar sensus tahun 2001. Dan kini mungkin populasinya sudah mencapai 2 juta," lanjut Smith.

Hal ini berarti bahwa umat islam mengalami pertumbuhan. Hingga kini populasinya sudah mencapai setidaknya 3,3 persen dari total populasi masyarakat Inggris. Sebagian kaum muslimin bersal dari Pakistan, Bengali, dan India.

Pemerintah setempat memperkirakan bahwa pertumbuhan umat islam setiap tahun bisa mencapai tingkat rata-rata pertumbuhan sebanyak 50.000 orang tiap taun.

"Setelah Kristen, Islam menjadi agama yang dipeluk oleh mayoritas kedua di Inggris." Ujar Smith.

Sekretaris Smith juga menambahkan bahwa kontribusi umat islam tidak hany aterbatas pada hal ekonomi saja tetapi juga masalah bidang sosial. ia mencatat bahwa banyak kontribusi yang diberikan oleh umat islam dalam kehidupan sosial di Inggris.

"Umat islam telah bermain secara aktif dan full dalam masyarakat Inggri baik di bidang politik, Parlemen, militer, kepolisian, profesi, seni, dan olahraga, serta tentunya masalah bisnis."

Saat ini, tedapat dua orang menteri pemeluk Islam di dalam pemerintahan PM Gordon Brown. Shahid Malik, Juni lampau diangkat sebagai Menteri di Departemen Pengembangan Intyernasional. Jejaknya kemudian diikuti oleh Sadiq Khan yang juga menjadi pejabat pemerintah.

Sebuah polling yang diadakan Guardian baru-baru ini mencatat bahwa sekitar 80% Muslim Inggris menyatakan setia untuk tetap menjadi warga Negara Inggris dan menerima masyarakat barat.

Arrahma.com