عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَانَتْ صَلَاةُ الْعَصْر،ِ
فَالْتَمَسَ النَّاسُ الْوَضُوءَ، فَلَمْ يَجِدُوهُ، فَأُتِيَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَضُوءٍ، فَوَضَعَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِي ذَلِكَ الْإِنَاءِ يَدَهُ،
وَأَمَرَ النَّاسَ أَنْ يَتَوَضَّئُوا مِنْهُ، قَالَ، فَرَأَيْتُ الْمَاءَ
يَنْبُعُ، مِنْ تَحْتِ أَصَابِعِهِ، حَتَّى تَوَضَّئُوا مِنْ عِنْدِ
آخِرِهِمْ
(صحيح البخاري)
“Dari Anas bin Malik Ra, kulihat Rasulullah SAW, dan sudah
saatnya shalat ashar, maka orang orang mencari air, untuk wudhu namun
tak menemukannya, maka dibawakan kepada Rasul saw bejana wadah tempat
air berwudhu, maka Rasul saw menaruh tangan beliau SAW dan memerintahkan
orang orang berwudhu dari wadah air itu, maka kulihat air mengalir
deras bagai mata air dari bawah jari jari beliau saw, hingga orang orang
berwudhu hinggga kesemuanya selesai”
(Shahih Bukhari)
Sampailah kita pada hadits luhur akan mu’jizat sayyidina Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam, yang telah disampaikan oleh sayyidina Anas
bin Malik RA, dimana suatu hari ketika telah masuk waktu shalat Asar
dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama para sahabat berada
dalam perjalanan, dalam 2 riwayat yang lain yang terdapat di Shahihul
Bukhari disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di wilayah Hudaibiyah,
maka ketika itu para sahabat mencari air untuk berwudhu namun tidak
mereka dapatkan, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
meminta bejana air dan menaruhkan tangan beliau shallallahu ‘alaihi
wasallam ke dalam bejana air itu sehingga mengalirlah air dari bawah
jari-jari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dengan derasnya, kemudian
para sahabat berwudhu’ dengan air itu.
Disebutkan dalam riwayat yang lain dalam Shahihul Bukhari bahwa ketika
dalam perjalanan itu (Dalam perjanjian Hudaibiyyah) mereka berjumlah
1500 orang dan mereka semua menggunakan air itu untuk minum dan
berwudhu, dan dikatakan oleh periwayat hadits bahwa meskipun jumlah
orang di saat itu adalah 100.000 pastilah air tesebut tetap mencukupi
mereka karena air itu terus mengalir dari jari Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam.
Dalam hadits ini tersimpan makna bahwa ketika ummat dalam kesulitan dan
kesusahan maka sang nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan hanya
diam dan membiarkan mereka. Para pecinta sayyidina Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam juga akan dicintai oleh beliau shallallahu ’alaihi
wasallam, dengan diberi syafaat oleh beliau shallallahu ‘alaihi wasallam
di dunia dan di akhirat .
Syafaat Rasulullah terjadi di dunia
sebagaimana kisah dalam riwayat yang tadi kita baca. Begitupula
sebagaimana yang telah teriwayatkan ketika terjadi peperangan Badr salah
seorang sahabat, sayyidina Ibn Afra’ yang ketika itu tangannya
terpotong dalam peperangan, maka dengan kesakitan ia membawa potongan
tangannya kehadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyambungkan kembali potongan
tangannya itu lantas tangan itu pun tersambung seperti semula tanpa ada
bekas luka sedikit pun. Hal yang terjadi seperti ini, jika kita
mengatakan hanyalah kekhususan para sahabat, maka hal itu berarti kita
membatasi kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, akan
tetapi kedermawanan beliau berlaku untuk semua ummat beliau terlebih
lagi para pecinta beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.
Kenalilah sayyidina Muhamamd shallallahu ‘alaihi wasallam, mukjizat
agung dimana ketika dalam keadaan tidak menemukan air, ketika itu air
pun mengalir dari bawah jari-jari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melakukan hal yang
seperti itu hanya untuk para sahabat beliau, namun beliau tidak akan
membiarkan orang-orang yang mencintai beliau dalam kesusahan dan
kesulitan.
beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
أَقْرَبُكُمْ مِنِّيْ مَنْزِلاً يَوْمَ اْلقِيَامَةِ أَكْثَرَكُمْ عَلَيَّ صَلاَةً
“ Yang paling dekat tempat kalian denganku kelak di hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku”
Namun orang itu tidak banyak bershalawat kepada nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan memerangi dan melarang kelompok
orang yang bershalawat, sehingga orang tersebut tidak mencintai nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan mensyirikkan orang-orang
yang mencintai nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang seperti
ini kelak di alam kubur ketika ditanya oleh Malaikat tentang nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia menjawab bahwa ia tidak
mengenali orang tersebut (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam),
maka ketika itu malaikat memukulnya dengan martil besi sehingga ia
menjerit dengan dahsyatnya dimana jeritan itu didengar oleh seluruh alam
jagad raya kecuali jin dan manusia.
كُلُّ مَنْ يَعْشَقْ مُحَمَّدا في اَمَانٍ وَسَلامِ
“Semua yang merindukan Nabi Muhammad selalu diamankan oleh Allah dan diberi keselamatan”
Alhamdulillah kita berada dalam kelompok para pecinta sayyidina
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Alhamdulillah. Selanjutnya kita
bermunajat kepada Allah semoga segala hajat kita dikabulkan, baik hajat
dunia dan hajat akhirat dan diberi lebih dari yang kita minta dan
harapkan, amin allahumma amin…