رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لا يَنْبَغِي لأحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ


"Ya Rabb-ku, ampunilah aku, dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan, yang tidak dimiliki oleh seorangpun juga sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha pemberi’."

Kamis, 11 Oktober 2012

Kecintaan Allah SWT Kepada Hambanya

Allah SWT berfirman :

"Jika hamba-Ku mendekati-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekatinya satu hasta, dan jika dia mendekati-Ku satu hasta Aku akan mendekatinya satu depa. Jika dia datang pada-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari."

(HR. Bukhari)

Taubat

Rasulullah SAW bersabda :

"Setiap anak Adam pasti ada salahnya dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang banyak bertaubat."

(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Rabu, 10 Oktober 2012

Umar Bin Khatab, Pemimpin Yang Penuh Tanggung Jawab

Khalifah Umar bin Khatab dikenal sebagai pemimpin yang sangat disayangi rakyatnya karena perhatian dan tanggungjawabnya yang luar biasa pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah melakukan pengawasan langsung dan sendirian berkeliling kota mengawasi kehidupan rakyatnya. Inilah beberapa kisahnya.
Pada suatu malam hartawan Abdurrahman bin Auf dipanggil oleh Khalifah Umar bin Khattab untuk diajak pergi ke pinggir kota Madinah.
"Malam ini akan ada serombongan kafilah yang hendak bermalam di pinggir kota, dalam perjalanan pulang", kata Khalifah Umar kepada Abdurrahman bin Auf.
"Lalu apa masalahnya?" tanya Abdurrahman.
"Kafilah ini akan membawa barang dagangan yang banyak, maka kita sebaiknya ikut menjaga keselamatan barang dari gangguan tangan-tangan usil. Jadi nanti malam kita bersama-sama harus mengawal mereka", sahut sang Khalifah. Abdurahman dengan senang hati membantu dan siap mengorbankan jiwa raganya menemani tugas khalifah yang ia cintai ini.
Demikianlah sang khalifah menjalankan tugasnya, turun tangan langsung untuk memastikan rakyatnya tidur dan hidup dengan tenang. Bahkan malam itu khalifah Umar mendesak Abdurahman untuk tidur sambil siaga sementara ia sendiri tetap terjaga hingga pagi hari.
Khalifah Umar bin Khattab memang dikenal sebagai seorang pemimpin yang selalu melakukan perbuatan-perbuatan baik secara diam-diam. Orang yang ditolongnya sering tidak tahu, bahwa penolongnya adalah khalifah yang sangat mereka cintai.
Pernah suatu malam Auza'iy pernah 'memergoki' Khalifah Umar masuk rumah seseorang. Ketika keesokan harinya Auza'iy datang ke rumah itu, ternyata penghuninya seorang janda tua yang buta dan sedang menderita sakit. Janda itu mengatakan, bahwa tiap malam ada orang yang datang ke rumahnya untuk mengirim makanan dan obat-obatan. Tetapi janda tua itu tidak pernah tahu siapa orang tersebut! Padahal orang yang mengunjunginya tiap malam tersebut tak lain adalah adalah khalifah yang sangat ia kagumi selama ini.
Pada suatu malam lainnya ketika Khalifah Umar berjalan-jalan di pinggir kota, tiba-tiba ia mendengar rintihan seorang wanita dari dalam sebuah kemah yang lusuh. Ternyata yang merintih itu seorang wanita yang akan melahirkan . Di sampingnya, duduk suaminya yang kebingungan. Maka pulanglah sang Khalifah ke rumahnya untuk membawa isterinya, Ummu Kalsum, untuk menolong wanita yang akan melahirkan anak itu. Tetapi wanita yang ditolongnya itu pun tidak tahu bahwa orang yang menolongnya dirinya adalah Khalifah Umar, Amirul Mukminin yang mereka cintai.
Pada kisah lainnya, ketika sang Khalifah sedang 'meronda', ia mendengar tangisan anak-anak dari sebuah rumah kumuh. Dari pinggiran jendela ia mendengar, sang ibu sedang berusaha menenangkan anaknya. Rupanya anaknya menangis karena kelaparan sementara sang ibu tidak memiliki apapun untuk dimasak malam itu. Sang ibupun berusaha menenangkan sang anak dengan berpura-pura merebus sesuatu yang tak lain adalah batu, agar anaknya tenang dan berharap anaknya tertidur karena kelelahan menunggu. Sambil merebus batu dan tanpa mengetahui kehadiran Khalifah Umar diluar jendela, sang ibupun bergumam mengenai betapa enaknya hidup khalifah negeri ini dibanding hidupnya yang serba susah. Khalifah Umar yang mendengar hal ini tak dapat menahan tangisnya, iapun pergi saat itu juga meninggalkan rumah itu. Malam itu juga ia menuju ke gudang makanan yang ada di kota, dan mengambil sekarung bahan makanan untuk diberikan kepada keluarga yang sedang kelaparan itu. Bahkan ia sendiri yang memanggul karung makanan itu dan tidak mengizinkan seorang pegawainya yang menemaninya untuk membantunya. Ia sendiri pula yang memasak makanan itu, kemudian menemani keluarga itu makan, dan bahkan masih sempat pula menghibur sang anak hingga tertidur sebelum ia pamit untuk pulang. Dan keluarga itu tak pernah tahu bahwa yang datang mempersiapkan makanan buat mereka malam itu adalah khalifah Umar bin Khatab !




Kisah Muallaf - Jenifer, Dua kali mengucap kalimat Syahadat

Ia minta dipanggil Jennifer saja. Belum setahun perempuan asal La Courneuve, sebuah kawasan di utara Paris berusia 28 tahun ini masuk Islam. tepatnya, ia bersyahadat pada April tahun lalu.
Beberapa tahun yang lalu, katanya, dia tidak akan pernah membayangkan mengambil keputusan semacam ini. Jennifer, yang memilih untuk tetap menggunakan nama itu kendati telah menjadi Muslim, dibesarkan dalam keluarga Kristen KTP. Meskipun tidak pernah dibaptis, dia bilang dia selalu "percaya pada Tuhan" dan "percaya pada kekuatan doa."
Bukan asal bicara kalau soal ini. Pada pernikahan pertama, ia mengalami penganiayaan fisik oleh suaminya. "Doa-doa membantu saya untuk menjadi nyaman. Tidak terlalu banyak, lima menit sebelum tidur meminta Yesus Kristus untuk membantu. Tapi itu membantu untuk memberitahu diri sendiri bahwa ada pihak lain — yaitu Tuhan — yang bisa membantu," jelasnya.
Pun ketika akhirnya ia memutuskan bercerai, hidupnya tak kunjung tenang. Masalah tempat tinggal, seorang anak yang harus dihidupinya, dan kontrak kerja yang sementara selalu membayangi, di samping mantan suami yang terus merongrong. "Saya berpikir, tidak bisa melanjutkan hidup saya," katanya.
Kemudian, suatu malam di klub malam, ia bertemu dengan pria imigran asal Senegal. "Saya tidak pernah berpikir saya akan menikah seorang Muslim. Mereka adalah jenis pria yang gemar memukuli istrinya. Tapi belakangan saya sadar, prasangka saya itu jahat sekali."
Malam itu, pria Senegal itu tampak aneh di matanya. Ia tak minum, dan datang ke klab malam hanya untuk main poker. Mereka pun berteman sejak saat itu.
Dalam kesehariannya, pria itu tampak normal, katanya. "Hanya satu yang membedakan dengan yang lain, dia tak minum dan tak makan daging babi," katanya.
Meski sesekali berbicara tentang agama, dia tak pernah meminta Jennifer pindah agama. Namun satu candaannya, sangat membekas di hati Jennifer. "Suatu saat dia melihat saya berdoa, dan setelah saya selesai, dia bercanda, 'aku harap tadi kau tak sedang berdoa pada Yesus'."
Entah mengapa, ia tergelitik untuk mencari tahu tentang Islam melalui internet. Jennifer menemukan bahwa Muslim percaya kepada Yesus, tapi sebagai nabi. "Sementara dalam Alkitab, saya menemukan perbedaan antara Yesus dan Allah tampak ambigu. Islam seperti agama yang paling masuk akal pada tataran moral dan praktis," tambahnya.
Ia makin rajin mempelajari Islam. Hingga akhirnya pada bulan April, ia memiliki keberanian untuk bersyahadat, menafikan apa kata keluarga dan teman-temannya kemudian.
"Saya menjadi Muslim secara online, melalui sebuah website," ujarnya. Merasa tak puas dengan cara itu, "Akhirnya saya mendatangi masjid, dan di sana saya kembali bersyahadat."
Apa yang dirasakannya setelah menjadi Muslim? "Saya merasa sendirian," ujarnya tergelak. Maklum saja, ia belajar Islam dari internet dan buku-buku. Namun, kini ia memiliki banyak teman baru di Union des Organisations Islamiques de France (Union of Islamic Organisations of France).
Kini, Jennifer mengaku tengah belajar membaca Alquran. Sesekali, dia tampil berjilbab. ia lebih sering mengenakan pashmina untuk menutupi dada dan rambutnya. "Saya melihat gadis-gadis dengan jilbab mereka dan saya pikir mereka tampak seperti putri. Benar-benar indah," katanya.