"Ya Rabb-ku, ampunilah aku, dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan, yang tidak dimiliki oleh seorangpun juga sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha pemberi’."
Senin, 09 Mei 2016
Hidupku Cerminan Shalatku
Kisah Seorang Dokter Muslimah Mengobati Pasien 24 Jam Gratis, Sampai Ke Habisan Uang
Jumat, 06 Mei 2016
Dua Ayat Yang Setara Dengan Shalat Malam
Al-Qur’an adalah Kalam Allah Ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril As. Al-Qur’an adalah petunjuk dan obat bagi orang-orang yang beriman. Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.
Siapa berpegang teguh pada al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw, baginya keselamatan dunia dan kebahagiaan akhirat. Kelak di Hari Kiamat, al-Qur’an akan menjadi syafa’at bagi siapa yang akrab dan menjadikannya sebagai hukum dalam kehidupan sehari-hari. Siapa yang hapal al-Qur’an dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari, maka ia berhak mendapat julukan ‘keluarga’ Allah Ta’ala dan orang-orang yang dikhususkan-Nya.
Terdapat pahala yang agung bagi siapa yang membaca al-Qur’an. Setiap satu huruf dari al-Qur’an, baginya berhak sepuluh kebaikan.
Selain keumuman manfaat al-Qur’an, ada ayat-ayat dan surah-surah tertentu yang memiliki keutamaan khusus sebagaimana diriwayatkan oleh banyak hadits Rasulullah Saw melalui berbagi jalur periwayatan.
“Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir surah al-Baqarah,” sabda Rasulullah Saw sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan ad-Darimi, “keduanya (ayat tersebut) pasti mencukupinya.”
Menjelaskan makna “keduanya pasti mencukupinya”, Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa dua ayat itu mencukupi dari shalat malam, melindungi dari gangguan setan dan melindungi dari penyakit.
Dua ayat terakhir dalam surah al-Baqarah ini mengandung makna yang besar terkait kualitas tauhid seorang hamba. Dalam dua ayat tersebut terletak kesamaan jenis iman antara para Rasul dan orang-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala.
Sedangkan dalam ayat terakhir terdapat pengakuan tulus seorang hamba yang beriman bahwa dirinya berserah diri kepada Allah Ta’ala, keyakinan yang teguh bahwa Allah Ta’ala pasti memberikan ujian sesuai batas kemampuan hamba-hamba-Nya, serta permohonan maaf dan permintaan ampun atas kesalahan yang pasti dilakukan oleh seorang hamba.
Karena hal itu, berdasarkan riwayat ‘Ashim dari al-Qamah dari Abu Mas’ud yang diriwayatkan secara marfu’, Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang membaca akhir surah al-Baqarah,” pungkas Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari ini, “ia setara shalat malam.”
Demikianlah di antara keutamaan dua ayat ini. Ayat yang memiliki keutamaan dan senantiasa digunakan oleh Rasulullah Saw dalam doa di setiap pagi dan sore, selepas shalat, menjelang tidur dan banyak kesempatan lainnya.
Dua ayat ini termasuk ayat ruqyah yang bisa mengusir setan baik dari dalam diri sendiri, orang lain, dari sebuah rumah ataupun tempat.
Kamis, 05 Mei 2016
REZEKI
Rezeki adalah segala hal yang dapat dimanfaatkan manusia, baik yang halal atau haram, yang baik maupun yang buruk. Rezeki yang diberikan Allah SWT kepada manusia tidak hanya berupa harta, tetapi meliputi semua karunia dan bakat yang ada pada manusia, seperti ilmu, kecerdasan otak, kefasihan lidah berbicara, dan kekuatan tubuh.
Semua yang tidak dimanfaatkan, meskipun milik kita, belum tentu rezeki kita. Boleh jadi itu rezeki orang lain. Sesuatu baru menjadi rezeki kita apabila dapat kita manfaatkan.
Rezeki yang dimanfaatkan menuju pada tiga arah. Apa yang dimakan akan menjadi kotoran, apa yang dipakai menjadi sampah, dan apa yang disedekahkan menjadi tabungan abadi di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, ''Anak Adam berkata hartaku, hartaku. Sesungguhnya harta milik seseorang menuju tiga arah, apa yang dimakan akan lenyap, atau apa yang dipakai akan rusak, atau apa yang disedekahkan akan abadi.'' (HR Muslim).
Semua rezeki datang dari Allah dan Dia menjamin rezeki setiap makhluk, termasuk manusia yang ingkar sekalipun. Allah SWT berfirman, ''Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudh).'' (QS 11: 6).
Meskipun rezeki semua manusia dijamin Allah, tetapi mereka tetap diperintahkan berusaha dan bekerja keras menggunakan ilmu dan keterampilan untuk mendapatkan rezeki tersebut. Allah SWT menilai setiap kerja yang dilakukan manusia. Firman-Nya, ''Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kenakan'.'' (QS 9: 105).
Iman, takwa, dan sikap tawakal yang melekat pada diri seseorang merupakan garansi mendapatkan rezeki dan karunia Allah. Allah SWT berfirman, ''Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.'' (QS 65: 2-3).
Ridho dan syukur terhadap rezeki dan nikmat yang telah diterima dapat mengundang datangnya rezeki Allah lebih banyak dari sebelumnya. Allah SWT berfirman, ''Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'' (QS 14: 7).
Mereka yang selalu memohon ampun dan memperbanyak istighfar kepada Allah atas dosa yang pernah dilakukan membukakan curahan rezeki dari-Nya dengan cara tiada diduga. Rasulullah SAW bersabda: ''Siapa yang senantiasa ber-istighfar, Allah akan melapangkannya dari berbagai kesempitan hidup, akan membebaskannya dari berbagai kedukaan, dan memberinya curahan rezeki dari berbagai arah yang tiada diperkirakan sebelumnya.''
Republika.co.id