رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لا يَنْبَغِي لأحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ


"Ya Rabb-ku, ampunilah aku, dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan, yang tidak dimiliki oleh seorangpun juga sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha pemberi’."

Senin, 09 Mei 2016

Hidupku Cerminan Shalatku



BARANGSIAPA terbiasa menunda shalat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya. Nikah, Pekerjaan, Keturunan, Kesehatan, Kemapanan, Petunjuk dan lain-lain.

Hasan al-Bashri berkata:

أَيُّ شَيْءٍ يَعِزُّ عَلَيْكَ مِنْ دِينِكَ إِذَا هَانَتْ عَلَيْكَ صَلَاتُكَ وَأَنت أول مَا تسْأَل عَنْهَا يَوْم الْقِيَامَة

“Apa yang berharga dari agamamu jika shalatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat.”

Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.

Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan?

“Hayya ‘alas sholah… hayya ‘alal falaah…” artinya “Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan”

Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya?

استغفرالله العظيم

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan sholat tepat pada waktunya.

Semoga kita selalu mendapat Ridho & Pertolongan Allah SWT. Aamiin Aamiin Ya Robbal Aalamiin


Islampos.com

Kisah Seorang Dokter Muslimah Mengobati Pasien 24 Jam Gratis, Sampai Ke Habisan Uang




Di tengah orang berlomba-lomba mengumpulkan harta menggantikan biaya kuliah yang mahal, para dokter kerap memasang tarif dalam memberikan pelayanan. Tidak heran biaya pengobatan terbilang mahal bagi sebagian masyarakat.

Namun, bagi Ferihana (35) sejak menyandang gelar dokter, tak sekalipun ia memasang tarif bagi pasiennya alias gratis. Pun, ia sekalipun tak pernah “untung”.

Dokter lulusan Universitas Islam Indonesia tersebut membuka prakteknya di Sumberan 297, Desa Ngestiharjo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, Yogyakarta, sejak tahun 2012. Ferihana yang akrab disapa Hana sedari awal membuka praktik dokter umumnya memang tidak dikenai tarif.

“Pengobatan di tempat saya gratis termasuk obatnya, tapi juga kadang ada pasien yang memberikan infak secara sukarela,” ujar Hana.

Tidak hanya gratis, kliniknya juga buka untuk melayani 24 jam bagi seluruh masyarakat.

“Jadi terbiasa kalau ada pasien datang tengah malam, bahkan pernah juga menjelang Subuh ada pasien yang ingin pemeriksaan,” ungkapnya.

Konsep pelayanan sukarela tersebut tercetus bahkan sebelum Hana menjadi dokter.

Hana sedari kuliah sangat aktif dalam kegiatan sosial semisal memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu di berbagai daerah pelosok. Ia juga melayani konsultasi kesehatan melalui SMS.

“Jadi memang sudah terbiasa seperti ini (sukarela). Semua ini terinpirasi dari kakek saya, beliau yang selalu memberikan contoh tentang menolong orang lain. Tempat praktik ini pun juga diberikan oleh kakek saya,” ungkap Hana.



Rumah Tua

Tempat praktik Hana dulunya adalah sebuah rumah tua. “Awal-awal masyarakat ragu, apakah benar ini tempak praktik dokter karena kondisi rumah. Banyak yang bilang, enggak mungkin rumah dokter kok jelek,” ucapnya. Lambat laun, ia merenovasi rumahnya agar masyarakat lebih yakin.

“Keraguan masyarakat awal-awal ada, bahkan saya sempat ditanyakan ijazah. Sempat dituduh bukan dokter dan macam-macam. Namun lambat laun, karena mereka butuh dokter juga, akhirnya sekarang semua sudah tidak ragu lagi,” tutur Hana.

Saat ini Hana begitu dibutuhkan di lingkungan masyarakat sekitar terutama jika ada keadaan darurat.

“Yang menyenangkan dari pekerjaan ini adalah bagaimana saya dan pasian selalu senang bila bertemu, saya senang mengobati, pasien senang diobati saya. Akhirnya hubungan yang terjalin bukan lagi dokter dengan pasien, tapi lebih seperti interaksi dalam keluarga,” terang Hana.



Kekurangan Uang

Konsep pelayanan sukarela harus diakui Hana dan suaminya, tidak bisa memberikan banyak penghasilan.

“Sekitar tahun 2012-2013 saya sempat mengalami keadaan benar-benar tidak mempunyai uang, habis. Sejak saat itu saya berdoa kepada Tuhan agar diberikan penghasilan sampingan untuk menunjang pengobatan gratis ini,” ungkap Hana.

Walaupun menerima infak, toh tetap tidak bisa menutup biaya operasional seperti obat-obatan dan alat-alat medis lainnya.

Dengan pengalaman di klinik kecantikan, Hana pun mencoba membuka praktik kecantikan disebelah tempat praktik pengobatan gratisnya.

“Syukurnya, penghasilan dari klinik kecantikan bisa meng-cover biaya operasional, namun saya tetap fokus di pengobatan gratis karena itu pekerjaan utama saya dan masyarakat lebih membutuhkan,” terang Hana.



Cari Relawan

Mengelola dua klinik sekaligus, Hana bekerja seorang diri sebagai dokter. Ditanya soal mencari dokter pembantu kliniknya, Hana menjawab sudah sering mendapat tawaran tersebut. Namun pada akhirnya dokter-dokter relawan tidak bertahan lama.

“Mereka kadang hanya bertahan beberapa hari saja. Saya maklum karena kan semua orang butuh penghasilan, jika bergabung dengan saya berarti harus siap tidak mendapatkan uang dan siap lelah,” ungkap Hana.

Diakuinya, juga banyak yang ingin membantunya walau kemudian terhenti di lisan saja. Kedepannya, ia berharap akan ada banyak dokter yang bisa menolong sesama dengan sepenuh hati.

“Awal-awal saya minta izin juga ke ayah saya untuk membukaa praktik sukarela ini, karena kan beliau yang membiayai kuliah saya. Untungnya, beliau sangat mendukung bahkan pada awal memulia membantu memnuhi kebutuhan peralatan,” tutur Hana.

Sejauh ini, dokter Hana tidak pernah menyerah dan merasa lelah dengan idealisme pekerjaan yang ia anut. Sekalipun harus memenuhi panggilan pekerjaan di tengah malam.


VOA-Islam

Jumat, 06 Mei 2016

Dua Ayat Yang Setara Dengan Shalat Malam



Al-Qur’an adalah Kalam Allah Ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril As. Al-Qur’an adalah petunjuk dan obat bagi orang-orang yang beriman. Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.

Siapa berpegang teguh pada al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw, baginya keselamatan dunia dan kebahagiaan akhirat. Kelak di Hari Kiamat, al-Qur’an akan menjadi syafa’at bagi siapa yang akrab dan menjadikannya sebagai hukum dalam kehidupan sehari-hari. Siapa yang hapal al-Qur’an dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari, maka ia berhak mendapat julukan ‘keluarga’ Allah Ta’ala dan orang-orang yang dikhususkan-Nya.

Terdapat pahala yang agung bagi siapa yang membaca al-Qur’an. Setiap satu huruf dari al-Qur’an, baginya berhak sepuluh kebaikan.

Selain keumuman manfaat al-Qur’an, ada ayat-ayat dan surah-surah tertentu yang memiliki keutamaan khusus sebagaimana diriwayatkan oleh banyak hadits Rasulullah Saw melalui berbagi jalur periwayatan.

“Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir surah al-Baqarah,” sabda Rasulullah Saw sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan ad-Darimi, “keduanya (ayat tersebut) pasti mencukupinya.”

Menjelaskan makna “keduanya pasti mencukupinya”, Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa dua ayat itu mencukupi dari shalat malam, melindungi dari gangguan setan dan melindungi dari penyakit.

Dua ayat terakhir dalam surah al-Baqarah ini mengandung makna yang besar terkait kualitas tauhid seorang hamba. Dalam dua ayat tersebut terletak kesamaan jenis iman antara para Rasul dan orang-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala.

Sedangkan dalam ayat terakhir terdapat pengakuan tulus seorang hamba yang beriman bahwa dirinya berserah diri kepada Allah Ta’ala, keyakinan yang teguh bahwa Allah Ta’ala pasti memberikan ujian sesuai batas kemampuan hamba-hamba-Nya, serta permohonan maaf dan permintaan ampun atas kesalahan yang pasti dilakukan oleh seorang hamba.

Karena hal itu, berdasarkan riwayat ‘Ashim dari al-Qamah dari Abu Mas’ud yang diriwayatkan secara marfu’, Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang membaca akhir surah al-Baqarah,” pungkas Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari ini, “ia setara shalat malam.”

Demikianlah di antara keutamaan dua ayat ini. Ayat yang memiliki keutamaan dan senantiasa digunakan oleh Rasulullah Saw dalam doa di setiap pagi dan sore, selepas shalat, menjelang tidur dan banyak kesempatan lainnya.

Dua ayat ini termasuk ayat ruqyah yang bisa mengusir setan baik dari dalam diri sendiri, orang lain, dari sebuah rumah ataupun tempat.

Kamis, 05 Mei 2016

REZEKI

Rezeki adalah segala hal yang dapat dimanfaatkan manusia, baik yang halal atau haram, yang baik maupun yang buruk. Rezeki yang diberikan Allah SWT kepada manusia tidak hanya berupa harta, tetapi meliputi semua karunia dan bakat yang ada pada manusia, seperti ilmu, kecerdasan otak, kefasihan lidah berbicara, dan kekuatan tubuh.

Semua yang tidak dimanfaatkan, meskipun milik kita, belum tentu rezeki kita. Boleh jadi itu rezeki orang lain. Sesuatu baru menjadi rezeki kita apabila dapat kita manfaatkan.

Rezeki yang dimanfaatkan menuju pada tiga arah. Apa yang dimakan akan menjadi kotoran, apa yang dipakai menjadi sampah, dan apa yang disedekahkan menjadi tabungan abadi di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, ''Anak Adam berkata hartaku, hartaku. Sesungguhnya harta milik seseorang menuju tiga arah, apa yang dimakan akan lenyap, atau apa yang dipakai akan rusak, atau apa yang disedekahkan akan abadi.'' (HR Muslim).

Semua rezeki datang dari Allah dan Dia menjamin rezeki setiap makhluk, termasuk manusia yang ingkar sekalipun. Allah SWT berfirman, ''Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudh).'' (QS 11: 6).

Meskipun rezeki semua manusia dijamin Allah, tetapi mereka tetap diperintahkan berusaha dan bekerja keras menggunakan ilmu dan keterampilan untuk mendapatkan rezeki tersebut. Allah SWT menilai setiap kerja yang dilakukan manusia. Firman-Nya, ''Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kenakan'.'' (QS 9: 105).

Iman, takwa, dan sikap tawakal yang melekat pada diri seseorang merupakan garansi mendapatkan rezeki dan karunia Allah. Allah SWT berfirman, ''Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.'' (QS 65: 2-3).

Ridho dan syukur terhadap rezeki dan nikmat yang telah diterima dapat mengundang datangnya rezeki Allah lebih banyak dari sebelumnya. Allah SWT berfirman, ''Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'' (QS 14: 7).

Mereka yang selalu memohon ampun dan memperbanyak istighfar kepada Allah atas dosa yang pernah dilakukan membukakan curahan rezeki dari-Nya dengan cara tiada diduga. Rasulullah SAW bersabda: ''Siapa yang senantiasa ber-istighfar, Allah akan melapangkannya dari berbagai kesempitan hidup, akan membebaskannya dari berbagai kedukaan, dan memberinya curahan rezeki dari berbagai arah yang tiada diperkirakan sebelumnya.''

Republika.co.id