رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لا يَنْبَغِي لأحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ


"Ya Rabb-ku, ampunilah aku, dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan, yang tidak dimiliki oleh seorangpun juga sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha pemberi’."

Minggu, 28 April 2013

SUDAHKAN YA'JUJ MA'JUJ KELUAR

Nabi Muhammad tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan muka merah padam. Seperti diceritakan oleh Zainab binti Jahsy, saat terbangun itu, Nabi tiba-tiba berkata, "Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah. Sungguh kerusakan akan menimpa bangsa Arab akibat datangnya kejahatan yang telah dekat. Hari ini, sebuah lubang sebesar ini telah terbuka di dinding Ya'juj dan Ma'juj." Ketika itu, Nabi membuat tanda lubang dengan ibu jari dan jari telunjuknya.

Legenda mengenai Ya'juj dan Ma'juj tak hanya dikenal di dalam ajaran Islam. Dalam ajaran Kristen dan Yahudi pun kisah mengenai se kelompok manusia yang bakal membuat kerusakan besar di muka Bumi itu juga diceritakan, lebih dikenal dengan nama Gog dan Magog. Adalah Zulkarnain, seorang raja besar pada masa lalu yang telah mengurung kaum Ya'juj dan Ma'juj di sebuah lembah di antara dua gunung tinggi (assaddain) dengan cara membangun tembok penghalang terbuat dari besi dan tembaga, seperti diceritakan dalam Alquran surah al-Kahfi ayat 93-97.

Lalu, dalam ayat selanjutnya, disebutkan bahwa suatu saat tembok itu akan runtuh dan kaum Ya'juj dan Ma'juj akan keluar. "Dan, pada hari itu (ketika tembok terbuka), kami biarkan mereka bercampur baur satu sama lain seperti gelombang.…" Dalam Alquran versi Departemen Agama, kalimat "pada hari itu" (yawma idhin) dari ayat ke-99 surah al-Kahfi ini diartikan sebagai hari kiamat. Namun, Dr Imran Nazar Hosein, cendekiawan Muslim kelahiran Trinidad dan Tobago 70 tahun silam punya pendapat lain atas ayat itu.

Karena ayat ke-98 menceritakan mengenai akan runtuhnya tembok penghalang Ya'juj dan Ma'juj maka lebih tepat bila kalimat pada hari itu ditafsirkan sebagai hari ketika tembok itu benar-benar runtuh. Hari ketika kaum perusak itu akhirnya bisa keluar dari lembah yang mengurung mereka dan kemudian bertebaran di seluruh penjuru Bumi seperti gelombang lautan dan kemudian bercampur baur dengan ras-ras manusia lainnya.

Ini dijelaskan juga dalam surah al-Anbiyaa ayat 96, dari terjemahan versi Departemen Agama. "Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi."

Pertanyaan utamanya, kapankah tembok Zulkarnain itu runtuh? Atau, lebih tepatnya, apakah kaum Ya'juj dan Ma'juj itu sudah keluar dan bertebaran untuk membuat kerusakan di muka Bumi? Kisah dari Zainab binti Jahzy, hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di atas dianggap Imran Hosein sebagai konfirmasi bahwa pada zaman Nabi Muhammad masih hidup tembok itu sudah mulai terbu ka. Artinya, dalam beberapa abad setelahnya, kemungkinan besar kaum Ya'juj dan Ma'juj sudah menemukan jalan keluar.

Dalam kisah sama yang diriwayatkan dalam sahih Bukhari, ada versi yang lebih panjang ketika Zainab binti Jahsy akhirnya bertanya kepada Nabi Muhammad. "Ya Rasulullah, apakah kita (bangsa Arab) akan dihancurkan walaupun masih ada orang beriman di antara kita?" Nabi menjawab, "Ya, ketika kemaksiatan merajalela."

Pendapat Imran Hosein yang menulis beberapa buku mengenai hari akhir, terutama kajian takwil surah al-Kahfi, ini juga didasarkan pada belum ditemukannya bukti-bukti arkeologis apa pun mengenai tembok yang dibangun Zulkarnain. Saat ini, tak ada satu pun sudut Bumi yang belum pernah dijelajahi manusia atau luput dari intaian kamera satelit. Bila Ya'juj dan Ma'juj masih terkurung dalam lem bah maka seharusnya tembok buatan Zulkarnain itu masih kokoh menjulang dan mudah ditemukan. Bila sudah tak ada tanda- tanda keberadaan tembok besar di sebuah lembah curam maka ber arti tembok itu sudah runtuh dan menjadi tugas arkeolog untuk menemukan sisa-sisanya.

Ada pendapat sebagian mufasir yang mengatakan bahwa tembok itu dibangun di daerah Kaukasia, di antara dua lautan (Laut Hitam dan Laut Kaspia). Ini merupakan hasil penafsiran surah al-Kahfi ayat 86-90 berkenaan dengan perjalanan Zulkarnain yang bertemu dua perairan berwarna pekat di bagian barat dan timur dengan pen duduk yang bahasanya tak bisa dipahami. Wilayah dengan topografi penuh pegunungan tinggi dan lembah curam itu cocok dengan wilayah perbatasan antara Georgia dan Rusia, berada di barisan pegunungan Kakukasus antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, tepatnya di Gunung Kazbek dan lembah Sungai Terek, yang dikenal dengan nama Ngarai Darial.

Orang Persia menyebutnya Gerbang Alan. Ngarai Darial dikenal juga sebagai Gerbang Kaukasia atau Gerbang Kaspia. Orang Georgia me nyebutnya Ralani, Darialani. Ada yang menyebutnya Porte Cu mana dan Fortes Sarmatica. Lalu, bangsa Tartar menyebutnya Darioly. Sejak zaman dulu, Ngarai Darial dan juga Derbent Pass telah menjadi jalur perlintasan penting di Kaukasia bagi berbagai ekspedisi militer dari Persia, suku-suku Turki kuno, kekhalifahan Islam, sampai akhirnya dikuasai Rusia. Jalur ini menjadi penghubung rute dari utara ke selatan Kaukasia.

Yerusalem
Namun, Imran Hosein yang dikenal mendukung tafsir semantik atas Alquran itu juga menjelaskan bahwa tanda-tanda lepasnya Ya'juj dan Ma'juj juga telah dinubuatkan. Salah satu petunjuknya ada pada surah al-Anbiyaa ayat 95, "Sungguh tidak mungkin atas penduduk suatu negeri yang telah kami binasakan bahwa mereka tak akan kembali." Lihat bahwa ayat ke-96 kemudian menyebut mengenai runtuhnya tem bok penghalang Ya'juj dan Ma'juj. Artinya, ada suatu kaum yang dulu menghuni sebuah negeri atau tempat dan tak bisa kembali lagi ke tempat asal mereka sampai akhirnya mereka bisa kembali lagi setelah tembok penghalang Ya'juj dan Ma'juj runtuh dan kaum perusak itu menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Di sini, Alquran dan Injil bersepakat bahwa ada satu kaum yang dahulu menghuni sebuah negeri dan kemudian dihancurkan dan mereka dilarang kembali lagi ke negeri itu. Negeri itu, dalam hal ini adalah sebuah kota bernama Yerusalem yang merupakan kampung halaman bangsa Yahudi. Dalam sejarahnya, Nebukadnezar penguasa Babilonia (Mesopotamia) pernah menghancurkan Kerajaan Yehuda dan mengusir kaum Yahudi keluar dari Yerusalem pada abad ke-6 SM sehingga mereka berdiaspora.

Kaisar Romawi Hadrian kemudian membangun kembali sebuah kota di dekat reruntuhan Yerusalem pada 70 M yang diberi nama Aelia Capitolina. Langkah Hadrian menempatkan patung-patung dewa dan kuil Romawi di bekas Yerusalem menimbulkan perlawanan kaum Yahudi yang masih tersisa di tem pat itu yang dikenal dengan na ma pemberontakan Bar Kokhba. Hadrian murka dengan pemberontakan itu. Bertekad membasmi Yudaisme di Yerusalem, Romawi kembali mengusir kaum Yahudi.

Repubika.co.id

Ciri Ciri Kiamat Besar

Ciri-Ciri Kiamat Besar Menurut Agama
Islam Ditandai Dengan:

- Kemunculan Imam Mahdi
- Kemunculan Dajjal
- Turunnya Nabi Isa (AS)
- Kemunculan Yajooj dan Majooj
- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur
- Pintu pengampunan akan ditutup
- Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah
dan akan menandai muslim yang sebenar-
benarnya
- Kabut selama 40 hari akan mematikan
semua orang beriman sejati sehingga
mereka tidak perlu mengalami tanda-
tanda Kiamat lainnya
- Sebuah kebakaran besar akan
menyebabkan kerusakan
- Pemusnahan/runtuhnya Ka'bah
- Tulisan dalam Al-Qur'an akan lenyap
- Tiupan sangkakala yang pertama kalinya
membuat semua makhluk hidup merasa
kaget dan ketakutan
- Tiupan sangkakala yang kedua kalinya
akan membuat semua makhluk hidup
mati
- Dan tiupan sangkakala yang ketiga yang
membuat setiap makhluk hidup bangkit
kembali

Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
"Barangsiapa yang mengingatkan ini
kepada orang lain, akan Ku buatkan
tempat di surga baginya pada hari
penghakiman kelak."

Allah berfirman:
"Jika engkau lebih mengejar duniawi
daripada mengejar dekat denganKu, maka
Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan
kalian dari surgaKu."

Itulah yang dimaksud Dajjal bermata satu:
Artinya hanya memikirkan duniawi
daripada akhirat.
Kerugian meninggalkan shalat:
Subuh => Cahaya wajah akan pudar.
Dzuhur => Berkah pendapatan akan
hilang.
Ashar => Kesehatan mulai terganggu.
Maghrib => Pertolongan anak akan jauh
di akhirat nanti.
Isya => Kedamaian dalam tidur sulit
didapatkan.

Ustadz Jefry Al-Bukhori

Jumat, 26 April 2013

KEUTAMAAN DZIKIR BERSAMA-SAMA

Ibadah dzikir yang dilakukan bersama-sama secara berjama'ah bukanlah suatu pekerjaan yang bid'ah dan sesat seperti yang di tuduhkan oleh sebagian orang.

Dzikir berjama'ah secara bersama-sama disebut dalam bahas Arab 'Halaqah Dzikir'. Halaqah dzikir dipuji oleh Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah taman surga, yang mana setiap muslimin justru diperintahkan untuk menggabungkan diri bersama mereka jika menemui halaqah tersebut dimanapun berada.

Hadist Nabi Muhammad saw tersebut berbunyi :

"Jika kamu melalui sebuah taman surga maka singgahlah kamu di dalam taman surga tersebut". Para sahabat bertanya, "Apakah taman surga tersebut Ya Rasulullah ?". Rasulullah menjawab "Halaqah Dzikir".
(HR. Tarmidzi, Hasan Shahih)


Dalam bahasa Arab kata 'Halaqah' berarti duduk melingkar berkeliling, persis seperti orang yang sedang bermusyawarah.

Dalam Hadist yang lain dari Anas bin Malik r.a. Rasulullah bersabda :

"Tidaklah suatu kaum berkumpul lalu berdzikir mereka itu kepada Allah, dan tidak ada keinginan mereka kecuali mengharap ridha Allah maka akan ada seorang pemanggil dari langit yang berkata, "Dosa-dosamu telah diampuni dan kejahatan-kejahatan mu telah ditukar dengan kebaikan"
(HR. Ahmad, Thabrani, Al Bazzar, Abu Ya'la dan Baihaqi).

Dalam hadist lain Rasulullah saw bersabda :
"Apabila ada suatu jama'ah yang sibuk berdzikir pada Allah maka pada Malaikat akan mengerumuni mereka dari semua penjuru, mereka akan dinaungi dengan rahmat Allah, diturunkan sakinah dan Allah menyebuti nama mereka satu persatu dalam majlis-Nya"
(HR. Muslim, Tarmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Baihaqi, dan Ibnu Abi Syaibah).



SEKILAS TENTANG ASHIF BIN BARKHIYA

Ashif bin Barkhiya hidup di jaman Nabi Sulaiman, ia Bertugas sebagai penulis sekaligus menteri di  pemerintahan Nabi Sulaiman AS

Ia seorang yang taat beribadah, jujur dan mengetahui kalimat  Bismilahil A'Zhom yang mana bila ia berdoa dengan mempergunakan kalimat tersebut niscaya Allah SWT akan mengabulkan permintaannya, Sebagian riwayat menjelaskan bahwa nama lain beliau adalah Astum (أسطوم), Yalikha (يليخا), Natura (ناطورا), Asaf (أساف), Barkiyah (بركية), dalam Ibrani disebut Benyahu (بنياهو). Manusia dari kaum Bani Israel dan bukan golongan jin.


Beliaulah yang memindahkan Istana Ratu Balqis dari Kerajaan Saba' di  Yaman ke Palestina dengan menggunakan kalimat Bismilahil A'Zhom tersebut. Sebagaimana ditulis dalam Al-Quran,

Surah al-Naml ayat 38-41:

قَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلأ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَنْ يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ (٣٨) قَالَ عِفْريتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ (٣٩) قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ (٤٠) قَالَ نَكِّرُوا لَهَا عَرْشَهَا نَنْظُرْ أَتَهْتَدِي أَمْ تَكُونُ مِنَ الَّذِينَ لا يَهْتَدُونَ (٤١)

Nabi Sulaiman berkata(kepada anak buahnya): "Wahai pegawai-pegawaiku, siapakah di antara kamu Yang dapat membawa kepadaKu singgahsananya sebelum mereka datang mengadapku Dalam keadaan berserah diri memeluk Islam?" ۝ berkatalah Ifrit dari golongan jin: "Aku akan membawakannya kepadamu sebelum Engkau bangun dari tempat dudukmu, dan Sesungguhnya Aku amatlah kuat gagah untuk membawanya, lagi amanah". ۝ berkata pula seorang Yang mempunyai ilmu pengetahuan dari Kitab Allah: "Aku akan membawakannya kepadamu Dalam sekedip mata!" setelah Nabi Sulaiman melihat singgahsana itu terletak di sisiNya, berkatalah ia: "Ini adalah limpahan karunia dari Tuhanku, untuk mengujiku Apakah Aku termasuk orang yang bersyukur atas nikmat pemberianNya. dan barangsiapa Yang bersyukur maka nikmat  syukurnya itu akan kembali kepada dirinya sendiri, dan barangsiapa yang tidak bersyukur (maka tidak mempengaruhi), kerana Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya, lagi Maha Pemurah". ۝ Nabi Sulaiman berkata pula (kepada orang-orangnya): "Rubahlah keadaan singgahsananya itu, supaya kita melihat Adakah ia dapat mencapai pengetahuan Yang sebenar (untuk mengenal singgahsananya itu) atau ia termasuk Dalam golongan Yang tidak dapat mencapai pengetahuan Yang demikian".۝

Awalnya jin ifrit yang menawarkan diri kepada Nabi Sulaiman tetapi masih kalah cepat dari Ashif bin Barkhiya yang menawar diri hanya dengan satu kedipan mata untuk dapat memindahkan  istana Balqis. Ini menunjukkan bahwa bila seorang yang taat beribadah, Takut kepada Allah SWT dan berilmu maka ia akan menjadi lebih hebat dari mahluk Allah yang lain termasuk Jin.


Mengenai doanya itu, kata Mujahid r.h:

يا ذا الجلال والإكرام.

Dimana Zuhri r.h berkata:

يا إلَهَنَا وَإلَهَ كُلِّ شَيْءٍ، إلَهًا وَاحِدًا، لا إله إلا أنت، اِئْتِنِي بِعَرْشِهَا.

Wahai Tuhan kami, tuhan semua makhluk, tuhan yang esa, tiada tuhan selain Allah. Datangkan kepadaku istana Balqis.

Balqis ialah Balqis binti Syarahil (بلقيس بنت شراحيل) yang memerintah Yaman pada kurun ke 10 sebelum Masehi dan menjadikan Saba' sebagai ibu kotanya. Penduduk Kerajaan ini menyembah matahari, melalui berita dari burung hud-hud yang menjadi tentara Nabi Sulaiman maka baginda Nabi mengetahui tentang sebuah kerajaan besar di Yaman Selatan. Dimana sampai sekarang masih terdapat puing-puing istana Balqis dan juga masih terdapat golongan jin dari zaman Balqis menetap disana.